Kamis, 02 Juni 2016

Bab 3. Komunikasi dalam Organisasi



A.    Pola Komunikasi Bisnis
Secara umum pola komunikasi hanya dibedakan menjadi dua media/ saluran (Purwanto 2006: 40-45) yaitu :

a.    Saluran Komunikasi Formal
Disini struktur organisasi, garis serta fungsional maupun matriksnya akan tampak berbagai macam kedudukan masing-masing sesuai dengan batas tanggung jawab dan wewenangnya. Dalam kaitannya dengan proses penyampaiannya atasan kepada bawahan, pola transformasi dapat terbentyuk 3 pola, yakni :

Komunikasi dari atas ke bawah
Merupakan jalur yang berasal dari atasan kepada bawahannya, yang mana penyampaian pesan yang dapat berupa perintah, instruksi, maupun prsedur.
Menurut Katz dan Kahn, komunikasi ke bawah memiliki 5 tujuan utama :
·        Memberikan arahan;
·        Informasi pekerjaan kapan akan dilaksanakan
·        Feedback pelaksanaan kerja kepada karyawan;
·        Informasi prosedur praktik dan organisasi;
·        Informasi aspek ideologi.
-   
Komunikasi dari bawah ke atas
Alur pesan yang disampaikan berasal dari karyawan ke manager.
-    Komunikasi Horizontal
Komunikasi yang memiliki posisi sejajar dalam organisasi. Tuujuannya anatara lain untuk melakukan persuasi, mempengaruhi dan memberikan informasi kepada bagian atau departemen yang memiliki kedudukan sejajar.
-   

Komunikasi Diagonal
Komunikasi ini melibatkan antara duya tingkat organisasi yang berbeda.
Contoh : Manager Pemasaran dengan bagian pabrik.
b.    Saluran Komunikasi Informal
Dalam jaringan informal ini, orang yang ada di suatu organisasi tana mempedulikan jenjang hierarki, kedudukan, status atau jabatan dapat berkomunikasi secara luas.

B. Mengelola Komunikasi Bisnis
Ada dua hal yang perlu diperhatikan untuk mengelola komunikasi, pertama: bagaimana menangani pesan-pesan yang bersifat rutin; kedua: bagaimana mengani krisis komunikasi.

1. Penanganan pesan-pesan rutin
- Mengurangi jumlah pesan
- Memberi instruksi yang jelas
- Mendelegasikan tanggung jawab
- Melatih para penulis dan pembicara

2. Penanganan krisis komunikasi. Mengelola arus pesan-pesan bisnis dari hari ke hari merupakan hal yang biasa, teteapi keterampilan komunikasi baru benar-benar teruji saat muncul krisis komunikasi dalam suatu organisasi. Mengapa demikian? Semakin besar tantangan atau risiko yang harus dihadapi, semakin tinggi tingkat kemampuan atau keterampilan yang dibutuhkan. Krisis komunikasi ini merupakan suatu ajang uji coba keterampilan komunikasi yang cukup menantang.
C. Masalah Komunikasi dalam Organisasi
- Masalah dalam mengembangkan pesan
- Masalah dalam menyampaikan pesan
- Masalah dalam menerima pesan
- Masalah dalam menafsirkan pesan (lihat kesalahpahaman dalam berkomunikasi)

Sumber:
1. Purwanto, Djoko. (2003). Komunikasi Bisnis (2nd ed.). Jakarta: Erlangga.
2. Purwanto, Djoko. (2011). Komunikasi Bisnis (4th ed.). Jakarta: Erlangga.
3. Purwanto, Djoko. (1997). Komunikasi Bisnis. Jakarta: Erlangga.
4. Nawangsari, Sri. (1997). Komunikasi Bisnis. Jakarta: Gunadarma.

Rabu, 01 Juni 2016

Bab 2. Peranan Komunikasi dalam Dunia Bisnis



A. Peranan Komunikasi dalam Bisnis

Jika dalam sebuah organisasi atau bisnis tidak ada komunikasi, kemungkinan besar organisasi ini tidak akan bertahan lama. Oleh karena itu, komunikasi merupakan nyawa bagi sebuah organisasi dan pengertian bisnispun dapat dipahami dengan baik. Peran komunikasi dalam sebuah organisasi atau bisnis di antaranya adalah:

- Saling bertukar informasi
- Saling bertukar pilihan
- Untuk membuat rencana dan proposal
- Untuk mencapai mufakat
- Mengirim dan memenuhi pesanan
- Melakukan transaksi atau penjualan
- Melaksanakan keputusan

B.  Tujuan Komunikasi
Yang menjadi tujuan dari setiap proses komunikasi adalah :
Menciptakan pengertian yang sama atas setiap pesan dan lambang yang disampaikan,dengan maksud apa yang kita sampaikan itu dapat dimengerti oleh komunikan dcngan sebaik·baiknya sehingga mereka dapat mengerti dan mengikuti apa yang kita maksudkan.
Merangsang pemikiran pihak penerima untuk memikirkan pesan dan rangsang yang ia terima, supaya gagasan tersebut dapat diterima orang lain dengan pendekatan persuasif, bukan memaksakan kehendak.
Melakukan suatu tindakan yang selaras sebagaimana diharapkan dengan adanya        penyampaian pesan tersebut yaitu untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu Menggerakkan sesuatu itu dapat bermacam-macam, mungkin berupa kegiatan,  kegiatan yang dimaksud disini adalah kegiatan yang lebih banyak mendorong     namun yang penting harus diingat adalah bagaimana cara yang baik untuk     melakukannya.
Memahami orang lain, kita sebagai komunikator harus mengerti benar aspirasi masyarakat tentang apa yang diinginkan, jangan mereka menginginkan kemauannya. Setiap   kali kita bermaksud mengadakan komunikasi maka kita perlu meneliti apa yang menjadi tujuan kita.

C. Umpan Balik dan Bentuk-bentuknya

            Dalam suatu pertemuan seorang pimpinan megarahkan dengan gaya yang luwes, sehingga setelah pengarahan mendapat tepuk tangan yang meriah dari peserta yang hadir. Pengarahan di sini dinamakan pesan (message), sedangkan tepuk tangan merupakan umpan balik.
Bentuk-bentuk dari umpan balik antara lain :
1. External Feedback : diterima langsung oleh komunikator dari komunikan
2. Internal Feedback : diterima oleh komunikator dari komunikator itu sendiri
3. Direct Feedback : komunikan menggerakan salah satu anggota badannya secara langsung
4. Indirect Feedback : diterima dalam bentuk surat kepada redaksi surat kabar, penyiar radio dll
5. Inferential Feedback : diterima dalam komunikasi massa dan disimpulkan sendiri oleh komunikator
6. Zero Feedback : umpan balik tidak dipahami oleh komunikator
7. Neutral Feedback : informasi yang diterima tidak relevan dengan pesan yang disampaikan
8. Positive Feedback : komunikasi yang disampaikan mendapatkan tanggapan yang positif
9. Negative Feedback : komunikasi yang disampaikan mendapatkan tanggapan yang negatif

D. Kesalahpahaman dalam Berkomunikasi

Di dalam suatu komunikasi, ada kecenderungan beberapa pesan tidak dapat dimengerti oleh penerima pesan dengan baik. Hal ini disebabkan oleh adanya faktor penghambat komunikasi antara pengirim dan penerima pesan. Faktor-faktor penghambat komunikasi tersebut dapat dikelompokan ke dalam empat masalah utama, yaitu:

1. Masalah dalam mengembangkan pesan
Sumber masalah potensial dalam mengembangkan suatu pesan adalah dalam memformulasikan suatu pesan. Masalah dalam mengembangkan suatu pesan dapat mencakup antara lain munculnya keragu-raguan tentang isi pesan, kurang terbiasa dengan situasi yang ada atau masih asing dengan audiens, adanya pertentangan emosional, atau kesulitan dalam mengekspresikan ide atau gagasan.

2. Masalah dalam menyampaikan pesan
Komunikasi dapat juga terganggu karena munculnya masalah penyampaian pesan dari pengirim ke penerima. Maslah yang paling jelas di sini adalaha factor fisik. Misalnya, terdapat sambungan kabel yang kurang baik pada sound system, kualitas suara sound system yang kurang baik, lampu yang tiba-tiba padam, audiens terhalang pilar/tiang bangunan, Salinan surat yang tak terbaca, dan lain-lain. Meski nampak sepele, gangguna-gangguan tersebut dapat menghalangi atau mengganggu suatu pesan.

3. Masalah dalam menerima pesan
Masalah yang muncul dalam penerimaan suatu pesan antara lain adanya persaingan antara penglihatan dengan suara, kursi yang tidak nyaman, lampu yang kurang terang, dan kondisi lain yang dapat mengganggu konsentrasi penerima pesan.

4. Masalah dalam menafsirkan pesan
Meskipun suatu pesan mungkin hilang selama proses penyampaian pesan, masalah terbesar terletak pada mata rantai terakhir, saat suatu pesan ditafsirkan oleh penerima pesan. Perbedaan latar belakang, perbendaharaan bahasa, dan pernyataan emosional dapat menimbulkan munculnya kesalahpahaman antara pemberi dan penerima pesan.

E. Memperbaiki Komunikasi dalam Organisasi
Untuk dapat melakukan komunikasi yang efektif diperlukan beberapa persyaratan, antara lain:

1. Persepsi
Komunikator harus dapat memprediksi apakah pesan yang disampaikan dapat diterima komunikan.

2. Keberhasilan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Salah satu faktor keberhasilan komunikasi bisnis dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yaitu adanya proses integrasi informasi menyangkut ketersediaan komunikasi data yang tepat guna. Ini mencakup beberapa faktor antara lain, pertama, cakupan (range) produk jasa komunikasi data yang dimiliki. Dengan adanya hirarki, jenis, dan besar kecilnya manufaktur mempunyai perbedaan karakteristik sistem informasi yang dibutuhkan sehingga diperlukan jenis layanan komunikasi yang berbeda pula. Kedua, Coverage. Diperlukan provider yang dapat menyediakan layanan di lokasi manapun mengingat lokasi manufaktur yang menyebar dan terkadang di daerah yang terpencil (rural area). Ketiga, unjuk kerja (performansi). Performansi yang tinggi merupakan syarat utama agar komunikasi selalu dapat dilakukan. Keempat, Biaya. Faktor biaya menjadi salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan agar efisiensi tetap dapat ditingkatkan.
Komunikasi berbasis internet
Internet menjadi suatu media komunikasi yang memegang peranan sangat penting dalam perkembangan bisnis, secara garis besar terdapat tiga aktivitas bisnis utama yang dapat dikomunikasikan lewat internet :
• Membangun Produk.
• Aktivitas opersional
• Pelayanan Jasa,
Berbagai aktivitas bisnis dapat dilakukan melalui internet, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :
• Berbagi data internal.
• Rekruitmen calon pegawai.
• Memperolah partner bisnis, dan pelanggan.
• Menemukan informasi eksternal (pihak luar).
• Pembelian material dan peralatan.
• Promosi produk dan jasa.
• Fasilitas penunjang bagi pelanggan.
• Media kolaborasi dengan partner bisnis.
• Publikasi perkembangan bisnis.
Komunikasi bisnis berbasis internet, dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, yaitu :
• Menggunakan e-mail
• Diskusi melalui Milist (mailing list)
• Membuat suatu group/komunitas
• Melalui video konferensi
• Pesan singkat
• Telepon berbasis internet, dan
• Transfer data/dokumen

3. Ketepatan
Komunikan atau audience memiliki kerangka pikir. Agar komunikasi yang dilakukan tepat sasaran, komunikator perlu mengekspresikan hal yang ingin disampaikan sesuai dengan kerangka pikir komunikan.

4. Kredibilitas
Dalam berkomunikasi komunikator perlu memiliki suatu keyakinan bahwa komunikan dapat dipercaya. Sebaliknya dia juga harus bisa mendapatkan kepercayaan dari komunikan.

5. Pengendalian
Dalam komunikasi, komunikan memberika reaksa/umpan balik/feedback terhadap pesan yang disampaikan. Reaksi ini harus bisa diantisipasi sekaligus dikendalikan oleh komunikator sehingga tidak melenceng dari target komunikasi yang diharapkan.

6. Kecocokan
Komunikator yang baik selalu dapat menjaga hubungan persahabatan yang menyenangkan dengan komunikan.
Pendapat lain mengatakan bahwa agar komunikas berjalan secara efektif dan efisien maka ada 3 hal yang sangat penting yaitu :
1. Mampu membuat pesan dipahami.
2. Harus memahami pesan yang diharapkan yang dikirim kepada anda.
3. Kendali atas proses komunikasi harus diterapkan.
Selain itu agar dapat melakukan komunikasi bisnis yang efektif, seorang komunikan harus memiliki 3 kemampuan (skill), yaitu :
1. Empati,
2. Pembicara yang sederajat,
3. Proyeksi atau menciptakan dampak.
Dengan demikian apabila komunikasi bisnis berjalan secara efektif di suatu perusahaan akan dapat menghasilkan beberapa hal sebagai berikut :
• Mempercepat Penyelesaian Masalah.
• Memperkuat Pengambilan Keputusan.
• Meningkatkan Profesionalisme.
• Memberikan Respon yang Positif terhadap Stakeholder.
• Meningkatkan Produktivitas.
• Memperkuat hubungan Bisnis.

Referensi:
Nawangsari, Sri. (1997). Komunikasi Bisnis. Jakarta: Gunadarma
Purwanto, Djoko. (2003). Komunikasi Bisnis (2nd ed.). Jakarta: Erlangga.
Purwanto, Djoko. (2011). Komunikasi Bisnis (4th ed.). Jakarta: Erlangga.
Purwanto, Djoko. (1997). Komunikasi Bisnis. Jakarta: Erlangga.
belajarkomunikasi.com

Bab 1. Dasar Komunikasi dan Komunikasi Bisnis


Pengertian dan Cakupan Komunikasi

            Secara etimologis, kata komunikasi berakar pada bahasa Inggris “communication”, yang bermakna keikutsertaan atau melaporkan. Lalu pada bahasa Latin “communicates”, yang bermakna berbagi atau milik serempak. Atau pada kata communis yang bermakna milik serempak atau berlaku dimana saja, maka kata communis opinion memiliki makna opini umum atau opini mayoritas (Liliweri, Alo. 1991:3).

            Mengenai literatur keilmuan dijumpai banyak sekali interpretasi tentang komunikasi oleh para cendekiawan. Diantaranya yaitu makna dari Harold D. Laswell (Liliweri, 1991:7) "who says what ini which channel to whom with what effect". Lalu pengertian dari Hovland (1948) mengatakan bahwa "Communication as the process by which an individual (the communicator) transmits stimuli (usually verbal symbol) to modify the behavior of the other individuals (communicant)", Komunikasi menjadi sistem dimana seseorang (penghubung) mengantarkan pemicu (biasanya dalam bentuk verbal) agar dapat mengganti tingkah laku dengan pribadi lainnya (komunikan). Sedangkan Hick dan Gullett (1996 : 322) mengutarakan: "Communication is the transfer and understanding from one person to another”, Komunikasi adalah aktivitas perpindahan dan menginterpretasikan berawal dari individu pertama kepada individu lainnya.
           
            Menurut Djoko Purwanto dalam bukunya yang berjudul Komunikasi Bisnis (2003) Komunikasi merupakan kegiatan manusia untuk berhubungan satu dengan yang lain secara otomatis. Sehingga sering terlupakan bahwa keterampilan berkomunikasi adalah merupakan hasil dari belajar manusia.

            Dari sejumlah interpretasi dari sejumlah cendekiawan diatas bisa diambil garis besarnya yaitu Komunikasi ialah satu aktivitas untuk mendistribusikan pemahaman dari satu individu ke individu lainnya, satu individu ke kelompok lainnya, dan satu kelompok ke kelompok lain demi membagikan pengetahuan kepada penyambut informasi sehingga penyambut informasi dapat merubah perilakunya sesuai dengan yang hendak dicapainya.

            Penafsiran bisnis dari beberapa cendekiawan yaitu sebagai berikut.
Prof.Owen
Bisnis yaitu satu kongsi yang berurusan atas pabrikasi dan alokasi materi untuk lalu dijual kembali ke bazaar atau pasar dan mencantumkan nilai dalam setiap barang ataupun jasa.
Urwick dan Hunt
Bisnis ialah setiap kongsi yang berurusan dengan kegiatan membuat dan juga mengedarkan juga menyiapkan materi maupun pelayanan yang dibutuhkan oleh rakyat serta dengan motif kesudiannya untuk membayar.
Mc. Naughton
Bisnis adalah satu pergantian materi, pelayanan maupun uangg atas misi mendapatkan laba.
Prof.L.R.Dicksee
Bisnis yaitu satu format aktifitas nan bermotif demi memperoleh laba kepada yang berkuasa dan yang berurusan dengan kegiatan itu.
William Spregal
Bisnis adalah satu aktifitas nan berkaitan oleh pembuatan serta alokasi materi dan pelayanan yang dapat kelompokkan pada aktifitas bisnis.

           Dari sejumlah penafsiran yang diberikan dari sejumlah cendekiawan sebelumnya bisa diambil garis besarnya yaitu bisnis adalah aktifitas ekonomi nan menghasilkan laba diantara pembuat benda serta pelayanan kepada pemakai.

            Apabila kedua penafsiran yang tertera dibalutkan hendak menjadi definisi yang sama-sama berhubungan, yaitu satu aktifitas berganti kabar serta membagikan penalaran antara satu tokoh bisnis beserta pada yang lainnya. Pencakupan antara keduanya sama-sama berhubungan satu sama lainnya karena sejak komunikasi bisa terbentuk suatu bisnis dan bisnis bisa terbentuk komunikasi antara tokoh bisnis dengan pemakai materi serta pelayanan yang diunjukkan dari tokoh bisnis. Tetapi melalui analisis berkenaan dengan penafsiran komunikasi bisnis, maksud dari mengkaji komunikasi bisnis cuma bersifat teoritis, sehingga mahasiswa/I dapat menjadikannya rujukan demi menarik kepastian yang lebih baik dalam komunikasi bisnis saat sudah menjelma salah satu tokoh bisnis.


Unsur-Unsur Dalam Komunikasi Bisnis

Dalam berkomunikasi terdapat unsur-unsur yang diperlukan agar komunikasi berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Adapun unsur yang terdapat dalam komunikasi yaitu sebagai berikut:

A. Sumber
Sumber adalah akar yang dimanfaatkan guna memberikan pesan serta dimanfatkan demi menguatkan pesan itu sendiri. Sumber bisa berbentuk orang, lembaga, buku, dokumen dan sejenisnya.

B. Komunikator
Komunikator yaitu seseorang oknum yang bekewajiban untuk berhubungan dengan maksud menciptakan rasa sama-sama mengerti antara komunikator dengan lawan bicaranya.

C. Pesan
Pesan yaitu keseluruhan dari hal yang hendak disebarkan oleh komunikator kepada penerima pesan atau receiver. Pesan ini terdapat inti yang berperan guna membimbing penerima pesan untuk mengganti sikap dan tingkah laku. Kandungan pesan bisa panjang lebar mendiskusikan beragam hal, akan tetapi akibatnya hendak mengarah pada harapan dari pesan tersebut dibentuk.

D. Channel/Saluran:
Channel / Saluran adalah perantara pelapor pesan, kerap kali disebut juga dengan media. Media komunikasi dapat dikelompokan dalam dua bagian, yaitu media umum dan media massa. Media umum yaitu media yang bisa dimanfaatkan oleh semua format komunikasi, contohnya radio dan sebagainya. Media massa adalah alat yang dimanfaatkan demi komunikasi massa. Disebut seperti itu sebab ciri-cirinya yang massal, misalnya televisi dan sebagainya.

E.Komunikasi
Komunikasi dapat dikelompokan menjadi 3 model yaitu, personal, kelompok, dan massa. Berawal dari aspek tujuannya maka komunikasi diarahkan ke dalam komunikasi personal, komunikasi kelompok, dan komunikasi massa. 

1.      Komunikasi Personal
Komunikasi yang dialamatkan pada tujuan yang satu. Formatnya bisa bertukar pendapat dan sebagainya. Komunikasi satu orang tingkat keampuhannya paling baik karena komunikasinya timbal balik dan terfokus.

2.      Komunikasi Kelompok
Komunikasi yang diajukan kepada golongan tertentu. Golongan tertentu adalah suatu segerombolan orang yang memiliki ikatan kemasyarakatan nyata serta menunjukan wujud nyata pula. Format komunikasi kelompok yaitu ceramah, breefing, dan lain lain.

3.      Komunikasi Massa
Komunikasi yang diutamakan untuk massa atau komunikasi yang memanfaatkan media massa. Massa adalah sekumpulan orang yang ikatan sosialnya tidak jelas dan tidak mempunyai format tertentu.

F. Efek
Yaitu hasil puncak akan komunikasi, yaitu perubahan pada perilaku orang, serasi atau tidak serasi dengan apa yang kita inginkan. Andaikan perilaku orang lain itu sama dengan yang diharapkan, maka komunikasi dapat dibilang sukses, demikian pula kebalikannya. Efek ini bisa terlihat dari personal opinion, public opinion, dan majority opinion.

G. Tanggapan Balik atau Umpan Balik
yaitu salah satu macam dari akibat yang berawal dari penerima. ternyata umpan balik jua berawal dari elemen lain layaknya media dan pesan, meskipun pesan belum sampai pada penerima. Contohnya : sebuah rancangan surat yang difungsikan untuk mengirimkan pesan itu mengalami gangguan sebelum sampai ke tujuannya. Hal ini menjadi tanggapan balik yang diterima oleh sumber.

H. Lingkungan merupakan faktor-faktor tertentu yang dapat mempengaruhi jalannya komunikasi. Faktor lingkungan digolongkan ke dalam empat macam, yaitu lingkungan psikologis, lingkungan sosial budaya, lingkungan fisik dan dimensi waktu.


Bentuk Dasar dari Komunikasi

Komunikasi merupakan kegiatan otomatis dari manusia untuk berhubungan satu sama lain yang tak lain merupakan hasil dari belajarnya manusia. Karena manusia merupakan makhluk sosial, sehingga adanya sebuah hakekat untuk saling berhubungan satu sama lain.
Komunikasi pada umumnya di artikan sebagai hubungan atau kegiatan-kegiatan yang kaitannya dengan masalah hubungan, atau dengan kata lain tukar pendapat. Dan dalam pengertian lain komunikasi juga dapat di artikan sebagai kontak antara manusia baik dengan individu maupun kelompok.
Berikut beberapa pengertian komunikasi untuk lebih memperjelas pengertian komunikasi itu sendiri, menurut James A.F Stoner (p.3), “komunikasi adalah proses dimana seorang berusaha memberikan pengertian dengan cara pemindahan pesan.” Sedangkan menurut John R. Schemerhorn (p.3), “komunikasi itu dapat di artikan sebagai proses antar pribadi dalam mengirim dan menerima simbol-simbol yang berarti bagi kepentingan mereka.”

Pada dasarnya terdapat dua bentuk dasar komunikasi yang lazim digunakan dalam dunia bisnis, yaitu:

Komunikasi verbal: yaitu salah satu bentuk komunikasi yang lazim digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan bisnis kepada pihak lain melalui tulisan ataupun lisan. Bentuk komunikasi ini memiliki struktur yang teratur dan terorganisasi dengan baik. Secara umum, untuk menyampaikan pesan-pesan bisnis, seseorang dapat menggunakan tulisan dan lisan. Sedangkan untuk menerima pesan-pesan bisnis, seseorang dapat menggunakan pendengaran dan bacaan.

Komunikasi nonverbal: menurut teori antropologi, sebelum manusia menggunakan kata-kata, manusia telah menggunakan gerakan tubuh, bahasa tubuh sebagai alat untuk berkomunikasi dengan orang lain. Dalam komunikasi nonverbal orang dapat mengambil suatu kesimpulan tentang berbagai macam perasaan orang lain, baik rasa senang, benci, cinta, rindu, dan berbagai macam perasaan lainnya. Bentuk komunikasi nonverbal memiliki sifat yang kurang terstruktur sehingga sulit untuk dipelajari.

Bisnis Dalam Pandangan Komunikasi

Dalam bisnis, komunikasi merupakan cara untuk mencapai suatu pencapaian tujuan pada suatu organisasi. Seperti pada saat pemimpin bisnis memerintahkan bawahannya untuk membuat pengiriman barang, mempresentasikan seberapa target kerjanya selama sebulan, membuat surat kontrak kerjasama, atau apapun itu bahwa dalam bisnis tentu sangat di perlukan sebuah komunikasi.

Menurut Katz (1994:4), Komunikasi Bisnis didefinisikan sebagai adanya pertukaran ide, pesan, dan konsep yang berkaitan dengan pencapaian serangkaian tujuan komersil. Komunikasi bisnis bisa diartikan sebagai komunikasi yang terjadi dalam dunia bisnis dalam rangka mencapai tujuan dari bisnis tersebut.
           
Menurut Persing (1981:108), Komunikasi bisnis menurut Persing didefinisikan sebagai proses penyampaian arti dari lambang atau kode-kode yang meliputi keseluruhan unsur yang ada hubungannya dengan proses penyampaian dan penerimaan pesan, baik itu berbentuk verbal ataupun berbentuk non verbal yang dilakukan di dalam organisasi yang membayar orang secara bersama-sama untuk memproduksi dan memasarkan barang atau jasa untuk memperoleh keuntungan.

Jadi pengertian komunikasi bisnis itu adalah pertukaran ide, opini, informasi, instruksi yang terjadi di dunia bisnis sebagai proses penyampaian serangkaian pesan dengan tujuan komersil, dan tentu mencangkup berbagai macam bentuk komunikasi di dalamnya, baik verbal maupun non-verbal.

Referensi: Purwanto, Djoko. 2003. Komunikasi Bisnis. Jakarta: Erlangga 
Dewi, Sutrisna. 2006. Komunikasi Bisnis. Yogyakarta: Andi