Rabu, 26 Mei 2021

Pertemuan dan Perpisahan

Seiring berjalannya waktu, kita pasti dihadapkan pada pertemuan dan perpisahan. Apapun jenis kegiatannya, seperti saat sekolah, kuliah, berbelanja, bekerja, berwisata dll pasti ada perpisahan di sana. Pas sekali dengan apa yang aku alami. 

Dulu aku sering bertemu dengan banyak teman saat sekolah. Sering main PS bareng, main bola dari ashar sampai maghrib. Semakin meningginya umur, pelan-pelan banyak yang terjebak dalam rutinitasnya hingga aku dan teman-teman lainnya lama sekali tidak bertemu. Mungkin sudah sampai tahunan aku tidak bertemu dengan mereka lagi. 

Momen-momen yang hanya bisa dirasakan saat memejamkan mata dan mebayangkan betapa menyenangkannya saat-saat seperti itu. 

Ketika ada rencana yang walaupun masih berupa ide untuk bertemu dengan teman lama, pandemi covid-19 pun merebak. Mau tidak mau hal tersebut menjadi tantangan baru dalam hidup selain rasa gelisah ingin ketemu dengan teman lama. 

Meski begitu, aku patut bersyukur karena sejak pandemi melanda negara kita, hingga hari ini aku masih diberikan kesehatan oleh Allah SWT. 

Tidak ada yang tahu rencana Tuhan seperti apa, namun kita harus tabah menghadapi permasalahan ini. 

Sudah dilanda kangen dengan kawan lama, ditambah sedang pandemi seperti sekarang, memang membuat jarak yang tadinya dekat menjadi jauh. 

Teknologi pun sudah semakin maju dan banyak orang pun terbantu akan hal itu. 

Meskipun teknologi yang semakin maju, tetap saja teman-temanku tidak semuanya bisa bertemu karena kesibukan mereka. 

Mungkin seperti itulah pertemuan dan perpisahan yang harus kita hadapi. 

Sabtu, 21 Maret 2020

Kisahku Bekerja dari Rumah

Entah aku menyebut ini sebagai berkah atau bukan. Namun yang jelas, selama ada wabah di negeriku ini dan Presiden menganjurkan sebagian besar masyarakatnya untuk tidak melakukan kegiatan di luar rumah dan berkerumunan, aku menjadi lebih tenang. Ya, aku merasa lebih baik dibandingkan saat sebelum ada wabah yang mengharuskan aku pergi ke kantor untuk bekerja.

Mengendari motor menuju kantor bukanlah perkara yang mudah bagi orang yang tidak sabaran seperti aku ini. Aku selalu memaki orang yang tidak becus dalam berkendara. Belum lagi terkena polusi asap kendaran, debu, itu sangat menjengkelkan.

Selain lebih tenang, saat ini aku lebih banyak waktu bersama orang tuaku. Tidak banyak topik yang dibahas dalam perbincangan di meja makan. Paling seputar Corona lagi. Walaupun perbincangan kecil, tapi terasa bermakna.

Banyak hal yang tidak sempat aku lakukan di rumah, bisa aku lakukan saat ini. Salah satunya membaca novel. Di rumahku ini banyak buku-buku yang belum sempat aku baca semuanya. Aku harus bisa membuat perubahan pada diriku.

Berada di rumah untuk menghindari wabah buka berarti aku sedang libur. Aku masih tetap harus bekerja di rumah sesuai dengan jadwal yang diberikan. Namun ada saja kendala yang aku alami seperti jaringan internet wifi rumahku yang tidak stabil yang mengharuskan aku untuk menggunakan jaringan ponsel, lalu laptopku lama membuka link halaman tertentu yang menyebabkan aku harus over time dalam bekerja. But, practice makes perfect. Aku belajar dari pengalaman tersebut dan mencoba untuk tidak mengulanginya lagi.

Semua percakapan menggunakan media sosial whatsapp, akan ada batasan tertentu yang menyebabkan miskom. Jadi aku masih terus belajar untuk lebih aktif lagi dalam berkounikasi.

Semoga kita semua masih diberikan kesehatan untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari kemarin.

Minggu, 29 September 2019

Piece of My Life


Hello. Today I would like to share with you about my daily life. It’s something complex that I don’t know how to start it.

I want to change my personalities from quite into an active speaking person. I feel like everybody avoid me, make a distance from me. They don’t want to talk with me except it was an important business. I want to be like them that always have a topic to talk and people who can share with. Shit, I feel like I’m alone in this world. I’m so negative.

In my career, I made plenty mistakes. Sometimes, I worry something bad will happen to my career life. This is something serious because I already an adult, I have to take responsibility for what I did, and I can’t ask for help from my parents anymore.

Well readers, whoever you are. After I got some philosophy from playing games. Try to take everything to make yourself more powerful, stronger, unbeatable. Like PUBG game, you need to take everything useful around you to defend yourself from foes attack. Keep focus.

What does that have to do with all this? It just reminder for me or you that need to be more from yourself now. I hope you’ll get all what you want.

Rabu, 13 Maret 2019

Cara Menghilangkan Virus Malware "Browser Terbuka Sendiri"

Halo pembaca sekalian.

Apakah kamu pernah sedang asyik berinternet ria lalu tiba-tiba browsernya membuka tab baru dan menuju ke halaman website yang tidak kamu tahu? Mungkin bagi yang pernah membuka situs untuk menonton film pasti tahu apa yang saya maksud, yaitu semacam iklan pop up yang muncul ketika kita meng-klik salah satu bagian tertentu dari sebuah website lalu kemudian dengan sendirinya membuka situs iklan tertentu. Memang dengan kita menuntup tab tersebut, maka "gangguan iklan" pun sudah teratasi.

Namun apa jadinya jika tanpa membuka situs apapun, browser yang ada di pc atau laptop kita mendadak terbuka dengan sendirinya menuju halaman yang tidak dikenal lalu men-download berbagai macam aplikasi yang tidak kita kenal?


Kebetulan tadi pagi saya iseng mengunduh game full version tanpa bayar alias bajakan, eh pas di-install malah browser-nya kena virus. Alhamdulillah, sekarang sudah tidak apa-apa heheh... Pelajaran berharga untuk tidak mengunduh apa pun di situs tidak terpercaya! Kecuali terpaksa sih hehe..

Tahap-tahap yang saya gunakan untuk menghilangkan virus tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Download aplikasi Malware Bytes  (Klik di sini)
  2. Ikuti langkah-langkah pemasangan aplikasinya 
  3. Setelah terinstall, buka aplikasinya lalu klik "Scan now" untuk memulai menghilangkan virusnya.
  4. Biasanya anti virus ini akan merekomendasikan anda untuk restart, lakukanlah restart setelah anti virus selesai scan.
  5. Jika setelah komputer anda menyala kembali tidak mengalami browser yang terbuka dengan sendirinya, maka anti virus telah sukses menghilangkan virus. Namun saya sarankan untuk scan kembali untuk memastikan tidak ada virus yang tersisa.

Sekian dari langkah-langkah cara menghilangkan virus malware. Saya ingatkan, megunduh aplikasi di website yang tidak resmi sangat rentan terhadap virus. Semoga bermanfaat.



Saya mendapatkan referensi dari sini.




Senin, 28 Januari 2019

Politik di Media Sosial

Pasti kalian pernah kan menemukan postingan yang menurut kalian kontradiktif dengan pandangan hidup kalian? Sering banget gue nemuin di beranda Facebook gue yang ngirim postingan tentang hijrah. Gue seneng kalo ada orang yang share sugesti baik atau motivasi agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik, misal kaya quotes ceramah, quotes nya Mario Teguh, video ceramah dan lain sebagainya. Tapi ini lain lagi, topiknya tentang politik.

Jujur, waktu masih sekolah dulu, gue gak begitu ngikutin tentang tren perpolitikan di Indonesia, cuma asal tau partai, dan paslon capres dan cawapresnya saja. sampai akhirnya gue lihat berita tentang "FOKE" gagal menjadi gubernur DKI Jakarta. Semacam kaya ngga seneng gitu doi dan jadi baha perbincangan di ruang makan rumah gue.

Selanjutnya pas masuk kuliah, gue pun mulai lebih banyak lihat berita politik dalam negeri namun hanya berita besarnya aja sih yang diikutin, salah satunya ketika ada capres yang gagal lalu "katanya" membuat aksi konvoi dengan mobil besar. Entah itu perintah dari capres tersebut atau bukan, yang jelas hal itu pernah menjadi candaan dalam obrolan gue dengan teman-teman gue.

Balik lagi ke pembahasan awal.
Postingan hijrah dari teman gue ini sama sekali tidak senang dengan pemerintah Indonesia zaman sekarang. Katanya pemerintah zaman sekarang ingkar janji, lalu program revolusi mental yang dibuat pemerintah dirasa makin memperburuk negeri ini, terus hutang semakin banyak.

Lalu ada lagi dari kubu lain bilang bahwa pemerintah zaman sekarang sudah lebih baik dengan banyaknya  pembangunan infrasruktur, lalu juga bilang pihak lain cuma nyebar hoax, dll.

Gue tuh jadi bingung sendiri harus berada di pihak mana, karena postingan itu mampu mempengaruhi gue untuk turut mendukung. Semuanya tuh seakan-akan kaya pesan berantai di grup Whatsapp yang suka disebar sama kaum bapak atau ibu tanpa di cross check kebenarannya. Jadi ujung-ujungnya cuma sekadar dibaca lalu ditinggalin.

Herannya banyak dari kita yang sampai beredebat, lalu berantem cuma karena pandangan politiknya berbeda.

Si capres dan cawapresnya santuy aja, lah kita yang jadi rakyat aja malah berantem. Heran kan?

Harusnya kita adu program untuk menjadi negara yang lebih baik ke depannya, jangan malah musuhin saudara sebangsa, setanah air gitu.

Huh..

Media sosial memang menjadi jembatan bagi siapa saja untuk berinteraksi sosial lintas negara. Siapa pun bisa memakainya bahkan untuk orang jahat sekalipun. Maka berhati-hatilah, bisa saja ada pemecah belah bangsa yang sedang memainkan perannya di sana.

Apapun pandangan kalian terhadap politik, tetaplah jujung tinggi persaudaraan. Jangan sampai hubungan kita dengan Tuhan baik, tapi dengan sesama manusia kita bermusuhan. Semoga kita terhidar dari fitnah.

Jumat, 18 Januari 2019

Ketakutan Menggerakan Kita

Pernahkah kalian takut akan sesuatu? Takut akan hantu, takut belalang, takut kecoa, takut hantu dan lain sebagainya. Perlu kita ketahui, takut itu wajar buat makhluk hidup. Bahkan dalam agama Islam pun kita harus takut pada murka Allah.

Takut yang mau gue bahas disini adalah takut menghadapi kenyataan. Ini sering banget gue alami ketika masih sekolah dulu sekitar tahun 2000 an lah. Walaupun samapi sekarangketakutan seperti itu masih ada, tapi setidaknya ketakutan yang gue alamin lebih ke arah yang positif.

Misalnya, ketika gue disuruh untuk melakukan kegiatan membagikan undangan pertemuan warga RT, sebisa mungkin gue kasih ke semua warga tanpa terkecuali. Karena jika tidak gue bakal diomelin habis-habisan sama bokap gue, yang di mana beliau adalah ketua RT nya. Atau perihal keagamaan. Kalo gue ngga sholat, nanti gue bakal masuk neraka.

Iya, gara-gara ketakutan kita harus berbuat sesuatu agar hal itu tidak terjadi. Jangan sampai ketakutan yang kalian takuti saat ini malah membuat kalian mundur. Contohnya takut untuk bertanya saat lu ngga ngerti sama pelajaran yang sedang diajarkan sama guru lu. Hal kaya gitu akan menghambat proses belajar lu yang di mana lu harus mengerti.

Gue pernah punya teman. Tapi dia selalu berpikiran negatif terhadap teman lainnya yang suka bercanda, termasuk bercanda dengan dirinya. Dia kurang bisa menyesuaikan diri dengan teman-temannya. Alhasil, dia selalu menganggap negatif temannya itu, padahal tidak seburuk yang dia pikirkan. Kaya penghiatanlah, pecundanglah dll. Dia pun juga menjauhi teman-teman kelasnya.

Mugkin dulu gue orangnya pemalu, pendiam atau apalah yang pernah dibilang, tapi seiring berjalannya waktu, mau ngga mau gue pun berusaha untuk menghilangkan sifat tidak menguntungkan itu demi masa depan juga. Masa iya gue berinteraksi dengan client malu? Maka dengan alasan pendewasaan diri, gue ubah mindset nya: Gue takut gagal. Gue takut masuk neraka.

Dengan alasan itu, tentu membuat gue lebih positif dalam beraktifitas walaupun dibalik positif itu ada ketakutan. Lalu bagaimana jika gue gagal? Tentu itu menjadi tekanan untuk diri sendiri agar menjadi pribadi yang lebih hati-hati lagi dan sukses di masa depan. Semoga saja.

Minggu, 13 Januari 2019

Sekilas Pengalaman Kerja di Bidang Marketing

Hai.

Udah tiga hari ini gue kerja sebagai Direct Sales menawarkan kartu kredit dari BCA. Ekspektasi gue itu bakal langsung di tempatin di kantor cabang sesuai domisili, tapi kenyataannya belum.

Mungkin harus tunggu beberapa hari atau minggu untuk bisa di tempatkan sesuai domisili. Karena saat ini gue masih harus kanvas ke calon nasabah gue. Dua hari di Mall Mangga Dua, dan sehari di ITC Cempaka Mas. Sedangkan rumah gue di Bekasi, dan pulangnya sore sekitar jam tiga atau empat sore naik motor, kereta dan trans Jakarta.

Pulang-pulang mandi, sholat Isya, tidur. Sebenarnya kerjanya sih enjoy aja, macam kaya sales pada umumnya. Hanya saja ketika pulang ke rumah bawaannya capek banget. Padahal hanya menawarkan produk terus menulis aplikasi calon nasabah kita. Mungkin karena perjalan pulangnya aja yang bikin lelah banget. Apalagi kita tau Jakarta macetnya gimana sekarang. Bawaannya pingin terbang aja wkwkw

Selama gue kerja, gue selalu dipantau oleh seorang supervisor. Untungnya beliau selalu menyemangati gue untuk terus berusaha dan tidak lupa setiap selesai bekerja beliau mengungkapkan rasa terima kasihnya.

Selain itu, ada juga senior kelihatannya sudah 40 tahun keatas bekerja bersama saya dan teman satu tim saya. Ibarat game Final Fantasy, dia cuma jadi guest dalam party. Terlepas dari itu, beliau juga berpesan untuk tidak membuat masalah. Dia tidak mengungkapkan dengan detil maksudnya apa, namun itu cukup untuk pengingat gue buat selalu mawas diri.

Gue pun belajar beberapa trik dari senior gue itu. Namun sayangnya, sampai gue pulang, beliau belum mendapatkan hasil saat itu.

Gue juga bertemu dengan senior yang sebaya dengan gue. Gue pun juga mendapat lagi ilmu tentang marketing.

Gue nulis blog ini hanya sebagai pengingat bahwa gue pernah bekerja di bidang marketing dan ini gak mudah ya, lu harus terbiasa dengan penolakan, dan gak boleh malu ketemu sama orang. Entah bakal bertahan lama atau gak, karena gue pun juga ada goals yang ingin diraih, yang jelas gue cukup banyak mendapat pelajaran berharga di sini. Walaupun cuma sebentar.

Rabu, 11 Juli 2018

Bersyukur

Pola pikir saya telah dibentuk oleh lingkungan sekitar saya. Banyak faktor yang menjadikan saya seperti sekarang. Hidup serba berkecukupan dari harta orang tua membuat saya merasa lemah jika dihadapkan dengan kesukaran. Bayangkan saja, saya adalah anak tunggal, Ayah dan Ibu saya bekerja. Belum lagi banyaknya larangan yang dibuat oleh orang tua saya yang ternyata berbanding terbalik dengan aturan orang tua teman-teman saya yang lain. 

Mereka bebas bermain ke mana pun mereka mau, sedangkan saya hanya bermain di rumah, padahal saya juga perlu melatih diri untuk terbiasa bergaul dengan yang lain. Tidak perlulah saya pikir untuk bermain sampai larut malam, sampai sore pun juga sudah cukup.

Belajar, sebuah kegiatan yang paling membosankan yang pernah saya lakukan. Tak ada pembimbing yang rela mengajari saya sampai bisa. Bahkan orang tua saya pun cukup kerepotan dengan urusannya masing-masing, tak ada waktu untuk mengajari saya sampai bisa. 

Masih ingat dalam ingatan ketika SD, PR saya dikerjakan oleh Ibu saya. Ironis. Alih-alih membantu pekerjaan saya, mental manja anaknya pun dipelihara.

Membuat janji dengan teman. Saya pernah tidak menepati janji untuk bertemu dengan teman saya karena ibu saya melarang "Baru juga sembuh udah mau main aja!". Sungguh tak tega saya membatalkan untuk ke acara itu.

Pemikiran orang tua yang hanya memiliki satu anak ini memang agak menyebalkan. Terkekang dalam dunia idealistis orang tua membuat saya untuk selalu mencari celah untuk mendapatkan segarnya kebebasan di luar sana. 

Berbohong memang satu-satunya cara untuk mendapatkan yang saya inginkan saat itu karena sudah tak ada jalan demokrasi di rumahku. Pulang terlambat karena urusan organisasi kampus menjadi topik hangat yang dibahas oleh keluarga. Beruntungnya mereka masih mentolerir perihal itu dan memberikan nasihat bahwa saya tidak boleh menginap. Meski sudah dinasehati untuk tidak menginap, saya masih saja menginap.

Pada akhirnya saya pun mendapat omelan dari orang tua saya. 

Akhirnya saya sampai suatu waktu di mana saya tidak memiliki pilihan lain selain bersyukur. Ya bersyukur karena ada berkah tersembunyi walaupun di luarnya terasa "menyebalkan". Saya perlu melihat lebih dalam terhadap apa saja yang telah Tuhan berikan kepada saya selama ini selain telah menjadi sarjana. 

Kasih sayang orang tua sungguh luar biasa! Di samping perlakuan mereka terhadap anaknya yang saya anggap keliru pada zaman sekarang, mereka telah melakukan yang terbaik. Tak ketinggalan orang-orang baik yang selalu memacu untuk menjadi lebih baik lagi pun juga luar biasa.

Pemikiran saya tentang rasa syukur melebar dan memunculkan aspek baru dalam benak saya: tantangan.

Segala apa pun yang ada di dunia ini adalah tantangan. Bukan hanya sekedar tantangan bermain Mobile Legend, balap-balapan atau yang lain. Tetapi jiwa ini pun memiliki tantangannya sendiri, salah satunya adalah bersyukur, bersyukur atas segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita.

Selasa, 29 Agustus 2017

Masa Depan Seseorang Sulit Diprediksi

Halo

Pernahkah para pembaca sekalian memiliki teman yang bisa dikatakan memiliki perilaku yang buruk? Misalnya teman anda suka membolos saat sekolah atau bekerja, suka membuat onar, mencuri barang orang, menipu dll. Tentu saja anda menghindari orang tersebut ketika anda tahu sifat sebenarnya. Meskipun anda telah berkali-kali mengingatkannya bahwa tindakannya itu salah, dia tetap tidak berubah, mungkin dilain kesempatan anda "bosan" mengingatkannya dan membiarkannya melakukan hal tersebut dan menunggu dia mendapat konsekuensi dari apa yang dia kerjakan.

Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi padanya di kemudian hari. Anda pun mungkin tidak mengira apa yang terjadi padanya 10 tahun kemudian. Ini pun terjadi pada temanku.

Sebut saja mawar (dia laki-laki). Dia adalah seseorang yang suka membuat gaduh kelas. Dia sangat suka ngobrol saat sedang ada guru yang menerangkan di kelasnya. Terlebih lagi nilai ulangan hariannya yang selalu jelek, bahkan guru-guru pun sampai ada yang berargumen bahwa dia tidak akan lulus. 

Tapi di samping itu dia memiliki bakat bermain futsal. Dia sangat baik dalam menggocek lawannya. Ya.. seharusnya dia sekolah atlet saja.. Meski begitu, semua orang punya pilihannya masing-masing, dan nasibnya pun berbeda-beda. Dia bahkan sering ikut turnamen futsal namun dia bertanding tidak mengatasnamakan sekolahnya sekalipun. Entahlah, saya tidak tahu sebabnya. 

Saat pengumuman kelulusan, si Mawar ini dinyatakan lulus. Alhamdulillah. Para guru yang mengajarnya pun bersyukur atas kelulusannya, karena mereka tidak perlu lagi merasa terganggu dengan celotehan si Mawar. Lama tidak mendengar kabarnya setelah lulus, dia sudah menjadi seorang tentara.

Jadi intinya, kita tidak perlu terburu-buru untuk memprediksikan masa depan seseorang hanya karena dia memiliki reputasi yang buruk. Setiap orang dapat berubah menjadi lebih baik dan itu pilihan setiap orang.

Terima kasih ya sudah membaca sampai habis. 


Rabu, 19 Juli 2017

Tentang Tugas Softskill Saya

Assalamu'alaikum

Saya sedang iseng lihat-lihat posting-an tugas saya yang dahulu. Kadang saya berpikir sambil menggelengkan kepala dengan isi tugas tersebut. Tugas itu sudah ada sejak sebelum saya kuliah. Mengapa demikian? Ketika saya cari di internet, sudah banyak mahasiswa angkatan lawas yang menulis tentang itu. Lalu saya harus apa? Membedakan isinya dari yang sudah ada dengan bahasa sendiri? 

Aduh... 

sumber: http://johanes-budi-walujo.blogspot.co.id/2013/07/soft-skill-vs-hard-skill.html
Kita diperintahkan untuk tidak plagiat. Selama kita copy paste dari blog milik orang lain dengan menyertakan sumbernya, kita akan bebas dari unsur plagiat. Ini adalah jalan "termudah" untuk menyelesaikan tugas. Ditambah lagi, kebanyakan dosen yang mengajar tugas softskill (sebutan untuk tugas yang ditulis di blog) tidak benar-benar memeriksa isi dari blog tersebut. 

Saya merasa dongkol ketika saya mengerjakan tugas saya dengan sungguh-sungguh tanpa copy paste sama sekali, dan teman saya dapat mengerjakannya kurang dari 5 menit. Padahal saya mengerjakannya membutuhkan waktu yang lama. Wah enak banget hidup lu. Lalu ada juga teman yang meminta temannya yang lain untuk mengerjakan tugas softskill-nya, jadi tidak dikerjakan langsung oleh dirinya. Parah kan?

Apakah standar dari sistem penilaian tugas softskill ini sebatas "yang penting ngerjain"? "Yang penting" judulnya persis dengan yang diminta dan isinya banyak? Wohooo... Saya tidak tahu. Terlebih lagi ke-transparanan nilai tidak jelas. Mau minta lihat nilainya tidak dikasih. Jadi saya harus menunggu nilainya keluar di website.

Apakah penting tugas softskill itu? Jika penting, maka seharusnya pihak kampus bisa membuatnya lebih eksklusif lagi, sehingga keterampilan diri bisa benar-benar terukur secara objektif. 

Kenapa tidak melakukan penilaian softskill secara satu persatu di suatu tempat sehingga dosen dapat menilainya langsung lebih objektif? Mahasiswa pun dapat mengetahui bagaimana potensinya seberapa dan dapat belajar lebih baik lagi. Memang jika kita melakukan sebuah penilaian secara satu per satu lebih "menantang" mahasiswa secara mental, tapi menurut saya justru hal tersebut dapat melatih mahasiswa untuk siap terjun ke dalam masyarakat. Semoga kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik dari kemarin.

Sekian dari posting-an kali ini. 

Sejujurnya, saya takut tulisan ini jadi viral. N'tar malah panjang urusan hahaha.. peace.

Wassalamu'alaikum.

Minggu, 21 Mei 2017

Environment or Wild Life - Penerjemahan Berbantuan Komputer

Assalamu’alaikum.
Di blog saya kali ini akan menerjemahkan sebuah artikel berbahasa Inggris dengan tema lingkungan. Artikel diambil dari sumber yang tertera, serta diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menggunakan Google Translate lalu dikoreksi kembali oleh saya. Semoga bermanfaat, dan jika ada terjemahan yang keliru mohon tulis di kolom komentar. Terima kasih J


Solutions for the Threats in Indonesian Marine Ecosystem

How does it feel to have "houses" in 13.000 islands? It would take an extra treatment to keep those house under control, wouldn't it? Even if you had the time to monitor all of them one by one, it would still take years to visit them even if you only spend a night in each. We just applied the calculation on the lands, we still need to take the waters into account. The concern related to this issue has actually been observed as the report of Living Planet Index marine data shows a decline in the population of mammals, birds, reptiles, and fish by 49% from 1970 to 2012. This reveals that marine life supporting resources has dramatically decreased. Indonesia that has more than 13.000 islands with most citizens rely on the marine resources, is definitely under threats.


Exploitation will cause the archipelago’s marine resources (SDL/Sumber Daya Laut). Therefore, it’s time for those who own “houses” in Indonesian waters to realize the importance of preserving such resources in all aspects, the lands and the waters. Otherwise, it will be harder to see the sea-roaming birds, which act not only as one of the beach’s attraction but also as a part of the sea ecosystem, and it will be even harder to find the beautiful coral reefs in the archipelago.


The awareness of the threats results in a concept of marine conservation area commonly called Kawasan Konservasi Perairan (KKP/Marine Conservation Area), and globally implemented world-wide with the name, Marine Protected Area (MPA). It is stated in PP no. 60, 2007 that KKP is an area which is protected, managed through zonation system, to consummate sustainable management of marine resources and environment.


Indonesia has covered 17,89 million hectares of KKP. The number is the total area accumulated from 165 KKP spread all over the country and is managed under shoreline and island zonation plan in each province. As the solution in managing the marine resources, KKP helps the implementation of regulations to preserve the ecosystem, which provides numerous benefits such as fish production improvements – due to the protection of crucial areas (nursing and breeding locations), and tourism potentials. We need to be patient though, since the benefits of KKP implementation can’t be received instantly as it has to undergo several stages, such as recovery, law enforcement, obedience towards KKP regulations.


Generally, KKP’s authority relies on two ministries: The ministry of Marine and Fisheries, covering 4 kinds of areas (Marine Conservation Area, Shoreline and Small Island Conservation Area, Maritime Conservation and Shoreline Limit), and the Ministry of Forestry and Environments which cover the other four (Sea National Park, Marine tourism Park, Marine Sanctuary, and Marine Wildlife Reserve).


A mutualism symbiotic is a good term to refer to this conservation since the benefits are not only for the nature and ecosystem of plants and animals, but also for the human being, another important factor in this effort. The benefits for humans range from the economic opportunities for the locals – employment in fishery sectors, tourism and transportation. Furthermore, effective regulations for the conservation areas will cease the conflicts in resource utilization. Wonderful, isn’t it?


All aspect in the protected areas is covered according to their protection target and managed through zonation system consisting of Core Zone, Utilization Zone, Sustainable Fishery Zone, and the other zones. The implementation of KKP will assist the protection on critically endangered habitats in the shoreline, each of which plays its role in mitigating the effect of climate change. With the regulations in fishery utilization under KKP, the sea ecosystem shall be preserved so it can provide the natural resources for future generation who will see the true wonder of Indonesia.

Google Translate

Solusi untuk Ancaman Ekosistem Laut Indonesia

Bagaimana rasanya memiliki "rumah" di 13.000 pulau? Butuh perawatan ekstra untuk menjaga agar rumah tetap terkendali, bukan? Bahkan jika Anda memiliki waktu untuk memantau mereka semua satu per satu, masih butuh waktu bertahun-tahun untuk mengunjunginya bahkan jika Anda hanya menghabiskan satu malam di masing-masing. Kami hanya menerapkan perhitungan di atas tanah, kita masih perlu mempertimbangkannya. Perhatian terkait isu ini sebenarnya telah diamati karena laporan data kelautan Living Planet Index menunjukkan adanya penurunan populasi mamalia, burung, reptil, dan ikan sebesar 49% dari tahun 1970 sampai 2012. Hal ini menunjukkan bahwa sumber daya pendukung kehidupan laut Menurun drastis. Indonesia yang memiliki lebih dari 13.000 pulau dengan sebagian besar warga mengandalkan sumber daya kelautan, jelas berada dalam ancaman.

Eksploitasi akan menyebabkan sumber daya laut kepulauan (SDL / Sumber Daya Laut). Oleh karena itu, saatnya bagi mereka yang memiliki "rumah" di perairan Indonesia menyadari pentingnya melestarikan sumber daya semacam itu di semua aspek, tanah dan perairan. Jika tidak, akan lebih sulit untuk melihat burung berkeliaran laut, yang bertindak tidak hanya sebagai salah satu daya tarik pantai tapi juga sebagai bagian dari ekosistem laut, dan akan lebih sulit lagi untuk menemukan terumbu karang yang indah di nusantara.

Kesadaran akan ancaman tersebut menghasilkan konsep kawasan konservasi laut yang biasa disebut Kawasan Konservasi Perairan (KKP / Kawasan Konservasi Laut), dan diterapkan secara global di seluruh dunia dengan nama, Marine Protected Area (MPA). Hal tersebut tercantum dalam PP no. 60, 2007 bahwa KKP adalah kawasan yang dilindungi, dikelola melalui sistem zonasi, untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya kelautan dan lingkungan yang berkelanjutan.

Indonesia telah mencakup 17,89 juta hektar KKP. Jumlahnya adalah total luas yang terakumulasi dari 165 KKP yang tersebar di seantero negeri dan dikelola di bawah garis pantai dan rencana zonasi pulau di setiap provinsi. Sebagai solusi dalam mengelola sumber daya kelautan, KKP membantu pelaksanaan peraturan untuk melestarikan ekosistem, yang memberikan banyak manfaat seperti peningkatan produksi ikan - karena adanya perlindungan kawasan krusial (lokasi keperawatan dan pengembangbiakan), dan potensi wisata. Kita perlu bersabar, karena manfaat penerapan KKP tidak dapat diterima seketika karena harus menjalani beberapa tahap, seperti pemulihan, penegakan hukum, ketaatan terhadap peraturan KKP.

Secara umum, kewenangan KKP bergantung pada dua kementerian: Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang mencakup 4 jenis wilayah (Kawasan Konservasi Laut, Kawasan Konservasi Laut dan Pulau Kecil, Kelautan dan Batas Laut), dan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan yang mencakup Empat lainnya (Sea National Park, Marine tourism Park, Marine Sanctuary, dan Marine Wildlife Reserve).

Simbiosis mutualisme adalah istilah yang baik untuk mengacu pada konservasi ini karena manfaatnya tidak hanya untuk sifat dan ekosistem tumbuhan dan hewan, tetapi juga bagi manusia, faktor penting lainnya dalam usaha ini. Manfaat bagi manusia berkisar dari peluang ekonomi bagi penduduk setempat - pekerjaan di sektor perikanan, pariwisata dan transportasi. Selanjutnya, peraturan yang efektif untuk kawasan konservasi akan menghentikan konflik dalam pemanfaatan sumber daya. Bagus, bukan?

Semua aspek di kawasan lindung ditutup sesuai target proteksi dan dikelola melalui sistem zonasi yang terdiri dari Zona Inti, Zona Pemanfaatan, Zona Perikanan Berkelanjutan, dan zona lainnya. Pelaksanaan KKP akan membantu perlindungan terhadap habitat yang terancam punah di garis pantai, yang masing-masing memainkan perannya dalam mengurangi dampak perubahan iklim. Dengan peraturan dalam pemanfaatan perikanan di bawah KKP, ekosistem laut harus dilestarikan sehingga bisa memberi sumber daya alam bagi generasi penerus yang akan melihat keajaiban sejati Indonesia.

Proofreader/ Terjemahan yang Dikoreksi

Solusi untuk Ancaman Ekosistem Laut Indonesia

Bagaimana rasanya memiliki “banyak rumah” di 13.000 pulau? Akan membutuhkan perawatan lebih untuk menjaga agar rumah tetap terkendali, bukan? Bahkan jika Anda memiliki waktu untuk memantau semuanya satu per satu, akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengunjunginya bahkan jika Anda hanya menghabiskan satu malam di masing-masing tempat. Kami hanya menerapkan perhitungan di atas tanah, kita masih perlu menghitung pula airnya. Perhatian terkait isu ini sebenarnya telah diamati karena laporan data kelautan Living Planet Index menunjukkan adanya penurunan populasi mamalia, burung, reptil, dan ikan sebesar 49% dari tahun 1970 sampai 2012. Hal ini menunjukkan bahwa pendukung sumber daya kehidupan laut menurun drastis. Indonesia yang memiliki lebih dari 13.000 pulau dengan sebagian besar warga mengandalkan sumber daya laut, tentu saja berada dalam ancaman.


Eksploitasi akan mempengaruhi sumber daya laut yang ada di kepulauan (SDL / Sumber Daya Laut). Oleh karena itu, saatnya bagi mereka yang memiliki "rumah" di perairan Indonesia menyadari pentingnya melestarikan sumber daya semacam itu di semua aspek, tanah dan perairan. Sebaliknya, akan lebih sulit untuk melihat burung berkeliaran di laut, yang bertindak tidak hanya sebagai salah satu daya tarik pantai tapi juga sebagai bagian dari ekosistem laut, dan akan lebih sulit lagi untuk menemukan terumbu karang yang indah di nusantara.

Kesadaran akan ancaman tersebut menghasilkan rancangan kawasan konservasi laut yang biasa disebut Kawasan Konservasi Perairan (KKP / Kawasan Konservasi Laut), dan diterapkan secara global di seluruh dunia dengan nama, Marine Protected Area (MPA). Hal tersebut tercantum dalam PP no. 60, 2007 bahwa KKP adalah kawasan yang dilindungi, dikelola melalui sistem zonasi, untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya kelautan dan lingkungan yang berkelanjutan.

Indonesia telah mencakup 17,89 juta hektar KKP. Jumlahnya adalah keseluruhan luas yang terakumulasi dari 165 KKP yang tersebar di seantero negeri dan dikelola di bawah garis pantai dan rencana zonasi pulau di setiap provinsi. Sebagai solusi dalam mengelola sumber daya kelautan, KKP membantu pelaksanaan peraturan untuk melestarikan ekosistem, yang memberikan banyak manfaat seperti peningkatan produksi ikan - karena adanya perlindungan kawasan krusial (lokasi keperawatan dan pengembangbiakan), dan potensi wisata. Kita perlu bersabar, karena manfaat penerapan KKP tidak dapat didapatkan langsung karena harus menjalani beberapa tahap, seperti pemulihan, penegakan hukum, ketaatan terhadap peraturan KKP.

Secara umum, kewenangan KKP bergantung pada dua kementerian: Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang mencakup 4 jenis wilayah (Kawasan Konservasi Laut, Kawasan Konservasi Laut dan Pulau Kecil, Kelautan dan Batas Laut), dan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan yang mencakup Empat lainnya (Taman Nasional Laut, Taman Wisata Kelautan, Kelautan, dan Suaka Margasatwa Laut).
Simbiosis mutualisme adalah istilah yang baik untuk mengacu pada konservasi ini karena manfaatnya tidak hanya untuk sifat dan ekosistem tumbuhan dan hewan, tetapi juga bagi manusia, faktor penting lainnya dalam usaha ini. Manfaat bagi manusia berkisar  pada peluang ekonomi bagi penduduk setempat - pekerjaan di sektor perikanan, pariwisata dan transportasi. Selanjutnya, peraturan yang efektif untuk kawasan konservasi akan menghentikan konflik dalam pemanfaatan sumber daya. Bagus, bukan?

Semua aspek di kawasan yang dilindungi telah ditutup sesuai target proteksi dan dikelola melalui sistem zonasi yang terdiri dari Zona Inti, Zona Pemanfaatan, Zona Perikanan Berkelanjutan, dan zona lainnya. Pelaksanaan KKP akan membantu perlindungan terhadap habitat yang terancam punah di garis pantai, yang masing-masing memainkan perannya dalam mengurangi dampak perubahan iklim. Dengan peraturan dalam pemanfaatan perikanan di bawah KKP, ekosistem laut harus dilestarikan sehingga bisa memberikan sumber daya alam bagi generasi penerus yang akan melihat keajaiban sejati Indonesia.

Kamis, 20 April 2017

Biography of Famous People in Literature - Tugas Penerjemahan Berbantuan Komputer #2

Assalamu’alaikum.

Hallo pembaca sekalian! Pada blog hari ini saya akan menerjemahkan sebuah biografi dari salah satu sastrawan asal Inggris yang cukup terkenal pada masanya. Siapakah dia? Mari simak ulasannya berikut beserta dengan terjemahannya.


Bahasa Sumber
Harold Pinter Biography
Screenwriter, Poet, Activist, Playwright(1930–2008)

QUICK FACTS
NAME
Harold Pinter
OCCUPATION
BIRTH DATE
DEATH DATE
PLACE OF BIRTH
PLACE OF DEATH
FULL NAME
Harold Pinter

Harold Pinter is a renowned British playwright who was awarded the Nobel Prize for Literature in 2005.

Synopsis

Born in London in 1930, Harold Pinter is a renowned playwright and screenwriter. His plays are particularly famous for their use of understatement to convey characters' thoughts and feelings. In 2005, Pinter was awarded the Nobel Prize for Literature. 
Early Life

Writer and political activist Harold Pinter is most famous for his plays. Inspired in part by Samuel Beckett, he created his own distinctive style, marked by terse dialogue and meaningful pauses. He was the son of a Jewish tailor and grew up in a lower middle-class neighborhood in London. In his grammar school years, Pinter was athletic and especially fond of playing cricket.
During World War II, Pinter saw some of the bombing of his city by the Germans. He was sent away to escape the Blitz at one point. This firsthand experience of war and destruction left a lasting impression on Pinter. At the age of 18, he refused to enlist in the military as part of his national service. A conscientious objector, he ended up paying a fine for not completing his national service.
 Pinter started out as an actor. After studying at the Royal Academy of Dramatic Art for a time, he worked in regional theater in the 1950s and sometimes used the stage name David Baron. Pinter wrote a short play, The Room, in 1957, and went on to create his first full-length drama, The Birthday PartyThe Birthday Party premiered in London in 1958 to savage reviews, and closed within a week. One critic, Harold Hobson of The Sunday Times of London, offered a dissenting opinion, writing that Pinter was "the most original, disturbing and arresting talent in theatrical London," according to the Los Angeles Times.
Major Works

With 1960's The Caretaker, Pinter had his first taste of success. The play is about two brothers who bring home a homeless man to live with them—a man who then exerts a strange hold over the brothers. The play, like many of Pinter's works, conveys "a world of perplexing menace," and in it Pinter uses "a vocabulary all his own," as a critic for The New York Times once explained.
 The Homecoming (1965), considered by some to be his masterwork, explored familial tensions. In the play, a man brings his wife to meet his father and brothers after a long estrangement. The wife ends up leaving him to stay with his family. The drama moved to Broadway in 1967 and won a Tony Award—Pinter's only Broadway honor. The Homecoming was later turned into a film featuring many of its original cast, including Ian Holm, Terence Rigby and Vivien Merchant. Pinter had met Merchant when he was working as an actor, and the couple had married in 1956.
 Around this time, Pinter also branched out into film, writing the screenplays for his own works as well as the works of others. He wrote The Servant (1963) and Accident (1967), both directed by Joseph Losey and starring Dirk Bogarde. Losey and Pinter worked together on one more film—1970's The Go-Between, starring Julie Christie and Alan Bates. Perhaps one of Pinter's best-known screen adaptations was 1981's The French Lieutenant's Woman, starring Jeremy Irons and Meryl Streep.
In 1978, Pinter brought to the stage another of his best-regarded works, the drama Betrayal. This tale of infidelity and marital meltdown seemed to reflect the writer's life in some ways, in particular his affair with TV personality Joan Blakewell. He was later involved with Lady Antonia Fraser who was married to a member of Parliament and a mother of six. The pair were eventually able to shed their respective spouses and married in 1980. Pinter and Fraser, a talented writer in her own right, became a very popular couple in literary circles.
Pinter's politics became more explicit in his late works. The short play Mountain Language (1988), for instance, was written to highlight the mistreatment of the Kurdish people in Turkey. He and fellow playwright Arthur Miller had visited Turkey together a few years earlier.
Death and Legacy

After being diagnosed with cancer in 2001, Pinter continued his writing and activism. He decried Britain's involvement in the Iraq War, and he called both U.S. President George W. Bush and British Prime Minister Tony Blair "terrorists," according to the Financial Times. Pinter expressed some of his outrage in his poetry, particularly his 2003 collection, WAR. In a poem entitled "God Bless America," he wrote: "Here they go again/ The Yanks in their armoured parade/ Chanting their ballads of joy/ As they gallop across the big world/ Praising America's God/ The gutters are clogged with the dead." These political reflections helped Pinter earn the Wilfred Owen Award for poetry.
 In 2005, Pinter was honored with the Nobel Prize for Literature. The selection committee cited Pinter a writer "who, in his plays, uncovers the precipice under everyday prattle and forces entry into oppression's closed rooms." Some saw the choice of Pinter, an antiwar campaigner, as a political statement. He wasn't well enough to accept the prize in person, and he gave his Nobel lecture in a pre-recorded video played at the event.
Pinter succumbed to cancer on December 24, 2008. He was survived by his second wife, writer Antonia Fraser, his son from his first marriage, Daniel, and his six stepchildren.
Pinter's work has inspired and informed generations of playwrights, especially Tom Stoppard and David Mamet. Pinter's plays are still performed around the world, with new audiences experiencing the distinct, strange and foreboding atmosphere so often created by the late writer. Of Pinter, fellow playwright David Hare once said, "The essence of Pinter's singular appeal is that you sit down to every play he writes in certain expectation of the unexpected," according to the Los Angeles Times.


 Terjemahan Google Translate

Harold Pinter Biografi
Penulis skenario, Penyair, Aktivis, Dramawan (1930-2008)

FAKTA CEPAT

NAMA

Harold Pinter

PENDUDUKAN

Penulis skenario, Penyair, Aktivis, dramawan

TANGGAL LAHIR

10 Oktober 1930

KEMATIAN DATE

24 Desember 2008

TEMPAT LAHIR

London, Inggris

TEMPAT MENINGGAL

London, Inggris

NAMA LENGKAP

Harold Pinter

Harold Pinter adalah penulis drama Inggris terkenal yang dianugerahi Hadiah Nobel untuk Sastra pada tahun 2005.

Ringkasan

Lahir di London pada tahun 1930, Harold Pinter adalah seorang penulis drama terkenal dan penulis skenario. dramanya sangat terkenal karena penggunaan meremehkan untuk menyampaikan pikiran dan perasaan karakter. Pada tahun 2005, Pinter dianugerahi Hadiah Nobel untuk Sastra.

Masa muda

Penulis dan aktivis politik Harold Pinter yang paling terkenal karena dramanya. Terinspirasi sebagian oleh Samuel Beckett, ia menciptakan gaya khas sendiri, yang ditandai dengan dialog singkat dan jeda yang berarti. Dia adalah anak dari seorang penjahit Yahudi dan dibesarkan di lingkungan kelas menengah bawah di London. Dalam karyanya tahun sekolah dasar, Pinter adalah atletik dan terutama menyukai bermain kriket.

Selama Perang Dunia II, Pinter melihat beberapa pemboman kotanya oleh Jerman. Ia dikirim pergi untuk melarikan diri Blitz pada satu titik. Pengalaman ini langsung dari perang dan kehancuran meninggalkan kesan abadi pada Pinter. Pada usia 18, ia menolak untuk mendaftarkan diri di militer sebagai bagian dari layanan nasionalnya. Sebuah penentang, dia akhirnya membayar denda karena tidak menyelesaikan layanan nasional.

Pinter dimulai sebagai seorang aktor. Setelah belajar di Royal Academy of Dramatic Art untuk sementara waktu, ia bekerja di teater daerah pada 1950-an dan kadang-kadang menggunakan nama panggung David Baron. Pinter menulis drama pendek, The Room, pada tahun 1957, dan melanjutkan untuk menciptakan pertama drama full-length nya, The Birthday Party. The Birthday Party perdana di London pada tahun 1958 untuk ulasan buas, dan ditutup dalam waktu seminggu. Salah satu kritikus, Harold Hobson dari The Sunday Times of London, menawarkan pendapat berbeda, menulis bahwa Pinter adalah "paling asli, mengganggu dan menangkap bakat di teater London," menurut Los Angeles Times.

Mayor Pekerjaan

Dengan 1960 The Caretaker, Pinter memiliki rasa pertama sukses. Drama adalah tentang dua bersaudara yang membawa pulang seorang pria tunawisma untuk hidup dengan mereka-seorang pria yang kemudian diberikannya suatu pegangan yang aneh atas saudara. bermain, seperti banyak karya Pinter, menyampaikan "dunia ancaman membingungkan," dan di dalamnya Pinter menggunakan "kosakata semua sendiri," sebagai kritikus untuk The New York Times pernah menjelaskan.

The Homecoming (1965), dianggap oleh beberapa orang untuk menjadi karya utamanya, menjelajahi ketegangan keluarga. Dalam bermain, seorang pria membawa istrinya untuk memenuhi ayah dan saudara-saudaranya setelah kerenggangan panjang. Istri berakhir meninggalkan dia untuk tinggal dengan keluarganya. drama pindah ke Broadway pada tahun 1967 dan hanya meraih kehormatan Broadway Tony Award-Pinter. The Homecoming kemudian berubah menjadi sebuah film yang menampilkan banyak pemain aslinya, termasuk Ian Holm, Terence Rigby dan Vivien Merchant. Pinter telah bertemu Merchant ketika ia bekerja sebagai aktor, dan pasangan itu telah menikah pada tahun 1956.

Sekitar waktu ini, Pinter juga bercabang ke film, menulis skenario untuk karya-karyanya sendiri maupun karya orang lain. Dia menulis The Servant (1963) dan Kecelakaan (1967), keduanya disutradarai oleh Joseph Losey dan dibintangi Dirk Bogarde. Losey dan Pinter bekerja sama dalam satu film tahun 1970-an The Go-Antara, yang dibintangi Julie Christie dan Alan Bates. Mungkin salah satu Pinter paling terkenal adaptasi layar adalah 1981 ini The French Letnan Perempuan, dibintangi Jeremy Irons dan Meryl Streep.

Pada tahun 1978, Pinter dibawa ke panggung lain dari karya-karyanya yang paling dianggap, drama Pengkhianatan. Kisah ini perselingkuhan dan krisis perkawinan tampaknya mencerminkan kehidupan penulis dalam beberapa hal, khususnya perselingkuhannya dengan kepribadian TV Joan Blakewell. Ia kemudian terlibat dengan Lady Antonia Fraser yang menikah dengan anggota parlemen dan seorang ibu dari enam. Pasangan ini akhirnya mampu menumpahkan pasangannya masing-masing dan menikah pada tahun 1980. Pinter dan Fraser, seorang penulis berbakat di kanan sendiri, menjadi pasangan yang sangat populer di kalangan sastra.

Politik Pinter menjadi lebih eksplisit dalam karya almarhum. Bermain pendek Gunung Bahasa (1988), misalnya, ditulis untuk menyoroti penganiayaan orang-orang Kurdi di Turki. Dia dan rekan penulis drama Arthur Miller telah mengunjungi Turki bersama-sama beberapa tahun sebelumnya.

Kematian dan Legacy

Setelah didiagnosa menderita kanker pada tahun 2001, Pinter terus menulis dan aktivisme. Dia mengecam keterlibatan Inggris di Perang Irak, dan ia disebut kedua Presiden AS George W. Bush dan Perdana Menteri Inggris Tony Blair "teroris," menurut Financial Times. Pinter mengungkapkan beberapa kemurkaannya dalam puisinya, terutama koleksinya 2003, WAR. Dalam sebuah puisi berjudul "God Bless America," ia menulis: "Di sini mereka pergi lagi / The Yanks di parade lapis baja mereka / Nyanyian balada mereka sukacita / Saat mereka berpacu di seluruh dunia besar / Tuhan Pujian Amerika / Selokan tersumbat dengan mati." Ini refleksi politik membantu Pinter mendapatkan Wilfred Owen Award untuk puisi.

Pada tahun 2005, Pinter dihormati dengan Hadiah Nobel untuk Sastra. Panitia seleksi dikutip Pinter seorang penulis "yang, dalam dramanya, mengungkapkan jurang di bawah ocehan dan pasukan masuk sehari-hari menjadi penindasan ditutup kamar." Beberapa melihat pilihan Pinter, seorang juru kampanye antiperang, sebagai pernyataan politik. Dia tidak cukup baik untuk menerima hadiah secara pribadi, dan ia memberikan kuliah Nobel dalam video pra-rekaman diputar pada acara tersebut.

Pinter meninggal karena kanker pada tanggal 24 Desember 2008. Dia meninggalkan istri keduanya, penulis Antonia Fraser, anaknya dari pernikahannya yang pertama, Daniel, dan enam anak tiri nya.

Karya Pinter telah mengilhami dan generasi dramawan, terutama Tom Stoppard dan David Mamet informasi. drama Pinter masih dilakukan di seluruh dunia, dengan pemirsa baru mengalami suasana yang berbeda, aneh dan firasat begitu sering dibuat oleh penulis terlambat. Dari Pinter, rekan penulis drama David Hare pernah berkata, "Inti dari banding tunggal Pinter adalah bahwa Anda duduk untuk setiap bermain tulisnya dalam harapan tertentu yang tak terduga," menurut Los Angeles Times.



Terjemahan yang Telah Dikoreksi

Biografi Harold Pinter
Penulis skenario, Penyair, Aktivis, Dramawan (1930-2008)

FAKTA SINGKAT

NAMA

Harold Pinter

PEKERJAAN

Penulis skenario, Penyair, Aktivis, Dramawan (1930-2008)

TANGGAL LAHIR

10 Oktober 1930

TANGGAL KEMATIAN

24 Desember 2008

TEMPAT KELAHIRAN

London, Inggris

TEMPAT KEMATIAN

London, Inggris

NAMA LENGKAP

Harold Pinter

Harold Pinter adalah seorang penulis drama Inggris terkenal yang dianugerahi Hadiah Nobel Sastra pada tahun 2005.

Ringkasan

Lahir di London pada tahun 1930, Harold Pinter adalah seorang penulis drama terkenal dan penulis skenario. Dramanya sangat terkenal karena penggunaan hal yang meremehkan untuk menyampaikan pikiran dan perasaan karakter. Pada tahun 2005, Pinter dianugerahi Penghargaan Nobel untuk Sastra.

Masa Muda

Sorang penulis dan aktivis politik Harold Pinter lebih dikenal karena dramanya. Terinspirasi sebagian oleh Samuel Beckett, ia menciptakan gaya khasnya sendiri, yang ditandai dengan dialog singkat dan jeda yang berarti. Dia adalah anak dari seorang penjahit Yahudi dan dibesarkan di lingkungan kelas menengah ke bawah di London. Pada masa sekolah dasar, Pinter menyukai olah raga dan terutama gemar bermain kriket.

Selama Perang Dunia II, Pinter melihat beberapa pengeboman kotanya oleh Jerman. Ia dikirim pergi untuk melarikan diri dari tempat kejadian menuju pada satu titik. Pengalaman yang didapat langsung dari kejadian peperangan dan kehancuran meninggalkan kesan yang tak terlupakan bagi Pinter. Pada usia 18 tahun, ia menolak untuk mendaftarkan diri di militer sebagai bagian dari pelayanan nasional dirinya. Seorang penentang, dia akhirnya membayar denda karena tidak memenuhi pelayanan nasionalnya.

Pinter mulai menjadi seorang aktor. Setelah belajar di Royal Academy of Dramatic Art untuk sementara waktu, ia bekerja di teater daerah pada tahun 1950-an dan kadang-kadang menggunakan nama panggung David Baron. Pinter menulis drama pendek, The Room, pada tahun 1957, dan melanjutkan untuk menciptakan drama versi penuhnya yang pertama, The Birthday Party. The Birthday Party tayang perdana di London pada tahun 1958 untuk ulasan yang biadab, dan ditutup dalam waktu seminggu. Salah satu kritikus, Harold Hobson dari The Sunday Times of London, menawarkan pendapat berbeda, menulis bahwa Pinter adalah "paling asli, mengganggu dan menangkap bakat di teater London," menurut Los Angeles Times.

Pekerjaan Utama

Dengan 1960’s The Caretaker, Pinter menikmati kesuksesannya yang pertama. Drama tersebut bercerita tentang dua lelaki bersaudara yang membawa pulang seorang pria tunawisma untuk hidup dengan mereka-seorang pria yang kemudian memberikan suatu pegangan yang aneh atas dua bersaudara tersebut. Drama tersebut, seperti karya Pinter lainnya, menyampaikan "dunia dengan ancaman yang pelik," dan di dalamnya Pinter menggunakan "kosakatanya sendiri," sebagai kritik pada The New York Times setelah dijelaskan.

The Homecoming (1965), dianggap oleh beberapa orang sebagai karya utamanya, menjelajahi ketegangan keluarga di dalam keluarga. Dalam drama tersebut, seorang pria membawa istrinya untuk bertemu dengan ayah dan saudara-saudaranya setelah kerenggangan panjang. Istrinya berakhir meninggalkan suaminya agar suaminya tinggal dengan keluarganya. Drama tersebut pindah ke Broadway pada tahun 1967 dan meraih Tony Award – Satu-satunya penghargaan dari Broadway yang pernah diterima Pinter. The Homecoming kemudian berubah menjadi sebuah film yang menampilkan banyak pemain aslinya, termasuk Ian Holm, Terence Rigby dan Vivien Merchant. Pinter telah bertemu Merchant ketika ia bekerja sebagai aktor, dan pasangan itu telah menikah pada tahun 1956.

Sekitar pada masa ini, Pinter juga terjun ke film, menulis skenario untuk karya-karyanya sendiri maupun karya orang lain. Dia menulis The Servant (1963) dan Accident (1967), keduanya disutradarai oleh Joseph Losey dan dibintangi Dirk Bogarde. Losey dan Pinter bekerja sama dalam satu film tahun 1970-an The Go-Between, yang dibintangi Julie Christie dan Alan Bates. Mungkin salah satu karya Pinter paling terkenal film yang diadaptasi adalah film tahun 1981 The French Lieutenant’s Woman, dibintangi Jeremy Irons dan Meryl Streep.

Pada tahun 1978, Pinter dibawa ke tahap lain dari karya-karyanya yang terbaik, drama Pengkhianatan. Kisah perselingkuhan dan permasalahan rumah tangga nampak mencerminkan kehidupan penulis dalam beberapa hal, termasuk hubungannya dengan bintang TV, Joan Blakewell. Kemudian dia berhubungan dengan Lady Antonia Fraser yang mana telah menikah dengan seorang anggota DPR dan seorang ibu enam anak. Pasangan ini akhirnya dapat mensucikan hubungan baiknya dan menikah pada 1980. Pinter dan Fraser adalah penulis berbakat dengan kehendaknya sendiri, menjadikan mereka pasangan yang sangat terkenal di kalangan sastra.

Politik Pinter menjadi lebih eksplisit pada karya terakhirnya. Drama singkat Mountain Language (1988), misalnya, ditulis untuk menyoroti penganiayaan orang-orang Kurdi di Turki. Dia dan rekan penulis drama Arthur Miller telah mengunjungi Turki bersama-sama beberapa tahun sebelumnya.

Kematian dan Warisannya

Setelah didiagnosa menderita kanker pada tahun 2001, Pinter meneruskan tulisannya dan unjuk rasa. Dia mengecam keterlibatan Inggris pada Perang Irak, dan ia menyebut Presiden AS George W. Bush dan Perdana Menteri Inggris Tony Blair "teroris," menurut Financial Times. Pinter mengungkapkan beberapa kemurkaannya dalam puisinya, terutama koleksinya tahun 2003, WAR. Dalam sebuah puisi berjudul "God Bless America," ia menulis: "Here they go again/ The Yanks in their armoured parade/ Chanting their ballads of joy/ As they gallop across the big world/ Praising America's God/ The gutters are clogged with the dead." Cerminan politik ini membantu Pinter dalam meraih penghargaan Wilferd Owen Award atas puisinya.

Pada tahun 2005, Pinter dianugrahi penghargaan Nobel Prize atas Sastra. Panitia penyeleksi menyebutkan Pinter “seorang penulis yang di dalam dramanya, mengungkapkan sebuah jurang dibalik ocehan dan pemaksaan sehari-hari di dalam kamar penindasan tertutup." Beberapa melihat pilihan Pinter, seorang juru kampanye antiperang, sebagai pernyataan politik. Dia merasa kurang sehat untuk menerima hadiah secara langsung oleh dirinya, dan ia memberikan ceramah Nobel dalam video pra-rekaman diputar pada acara tersebut.

Pinter meninggal akibat kanker pada tanggal 24 Desember 2008. Dia meninggalkan istri keduanya, penulis Antonia Fraser, anaknya dari pernikahannya yang pertama, Daniel, dan enam anak tirinya.

Karya Pinter telah mengilhami dan mendidik para generasi dramawan, terutama Tom Stoppard dan David Mamet. Drama Pinter masih dimainkan di seluruh dunia, dengan penonton baru mengalami suasana yang berbeda, aneh dan ketakutan begitu sering dibuat oleh mendiang Harold Pinter. Dari Pinter, rekan penulis drama David Hare pernah berkata, "Esensi dari daya tarik utama Pinter adalah bahwa Anda menyaksikan setiap drama yang ditulisnya dengan harapan yang tak terduga," menurut Los Angeles Times.